Sabda RasulAllah saw : Ada dua kalimat yang ringan di lidah namun sangat berat timbanganya di neraca Allah.
سبحان الله و بحمده ... سبحان الله العظيم

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya, sebaik-baik amalku pada penamatnya dan sebaik-baik hariku, ialah hari ketika aku bertemu denganMu, Ya Allah..."

Saturday, February 20, 2010

KERANA SELEMBAR BULU MATA






















Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Dia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi dia berkeras membantah.

"Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat.


Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, dia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya dia pun menyanggah,

"Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada sesiapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.


Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandang." Disusul oleh telinga, "Saya yang mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium dan menghidu" Bibir mengaku, "Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang berkata-kata" Tangan meneruskan, "Saya yang memegang dan menggenggam." Kaki menyusul, "Saya yang berjalan dan berlari."

"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Dia putus asa dan amat berduka cita, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke dalam Jahanam. Padahal, rasa-rasanya dia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.


Tatkala dia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat.

"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika dia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah Nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yg dibasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka?. Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa dia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga:

"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga kerana pertolongan selembar bulu mata."

Firman Allah swt, "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran." Surah Al-Ashr



2 comments:

Akh Ahmad Safuan ibn. Abdul Razak said...

salam..syukran ya ukhti atas perkongsian..

ana minta izin dicopy "kata-kata hikmah" disudut tepi blog nti.

syukran ya rabb.

INSAN KERDIL said...

Salam.
Silakan semoga sama-sama mendapat manfaat.